Perubahan lelaki setelah memiliki anak

27 Nov 2014

Sebenarnya sejak hamil aku sudah menduga perubahan besar akan terjadi di dunia persuamiistrian kalau bayi kecil sudah dilahirkan. Gimana enggak, munculnya ‘orang ketiga’ dalam rumahtangga dengan segala sifat lucu, imut, unyu2, tak berdaya yang melekat padany, aku tahu.. Sungguh sangat tahu kita akan mengalami perubahan besar yah antara sepasang kekasih yang selalu sayang - sayangan menjadi orangtua yang mendahulukan kepentingan anak… Sungguh! Aku sangat tahu… Tapi aku tak menduga akan separah ini! Hohoho…

coba aku list yah perubahan lelaki setelah memiliki anak versi suamiku pastinya:

1. Ga pernah lagi manggil ’sayang’.

Sejak si abang Shalom memperdengarkan suaranya yang merdu di telinga kami, panggilan ’sayang’ menguap entah kemana berubah menjadi ‘mami’ jadi kalo ngomong jadinya ‘mi begini…’ Atau ‘mi begitu’ … Awalnya sih aku biasa aja dan ga begitu memikirkan perubahan ini tapi makin ke sini kok rasanya makin merana yah? Heehhee… Aku ga nyangka kami akan kehabisan stock kata ’sayang’. Hikshiks…

2. Selamat jalan kecup dan peluk mesra di malam dan pagi hari, aku merindukanmu. Huaaaaaaahuaaaa!

Begitu perut buncitku menjadi ramping lagi, ternyata bukan menjadikan aku mudah dipeluk malah jadi ga pernah dipeluk… Hikshiks! Perubahan ini nyata banget loh padahal sebelum hamil aku sudah pernah bilang ke suami kita harus jaga budaya sayang - sayangan ini sampai kakek nenek kaya yang di pilem - pilem itu noh. Seingatku sih doi jawab ‘iya, pasti”. Aku tak menyangka dia mengingkari janjinya. Nah kenapa aku ga menuntut ini langsung ke orangnya? Gengsi dong! Lagian kalau dia sayang - sayang aku karena dibilangin kan rasanya jadi ga nikmat, maunya dia sayang - sayangin atas inisiatif sendiri baru indah.

3. Rajin bantuin aku ngurus pekerjaan RT

ga selamanya perubahan suami adalah perubahan negatif, sebenarnya bahkan sebelum aku melahirkan suami sudah menjadi ‘tangan ketigaku’. Dia ga keberatan tuh bantuin aku nyuci, bersihin rumah, kadang - kadang masak, kalo kemana - mana dititipin belanja kebutuhan rumah/bayi, dsb. Poin ini sangat menguntungkan pokoknya, rasanya riang gembira deh waktu nulis poin ini.

4. Tidak seperhatian dulu

kalo pas hamil, aku lagi ga di rumah, lagi di rumah merua misalnya suami bisa sepuluh kali dalam sehari nelponin aku nanyain ‘lagi apa?’, ‘udah makan belon?’ Dan banyak pertanyaaan penting lainnya. Kalo sekarang mah, suami masih tetep telpon sih tapi palingan sekali aja sehari dan yang ditanyain ‘gimana abang Shalom?’ Huaaa….. Masa aku harus cemburu pada bayi mungil nan lucu itu? Arghh….

5. Jadi lebih fokus menata masa depan

kalo sebelum punya anak dibilangin selesain kuliah kayana ogah - ogahan, sekarang suami udah rajinnn banget ngerjain tugas akhirnya, selain itu meski dulu memang sudah niat mo punya rumah sendiri, sekarang suami jadi lebih muter otak lagi dan terlihat memang sangat ingin merealisasikan mimpi bersama ini meski kenyataannya uang belum cukup, oh… Uang mendekatlah, datanglah pada kami… :p

6. Jadi pelupa

Lupa sayangin istri, lupa janji manis dulu, lupa letakin kunci di mana (yang ini mungkin karena pikiran kacau cari duit hahhhahaa,,,) untung ga lupa kalo punya istri :p

Demikian garis besar perubahan suami setelah memiliki anak, terlepas dari perubahan sikap suami padaku sebenarnya aku sih bangga karena kami masih selalu menjadi tim yang solid tapi tak bisakah kita seperti dulu lagi yah? Apakah setiap suami istri harus berubah jadi ‘dingin’ setelah memiliki anak, ini masih di 3 tahun pernikan loh bagaimana kalo sudah di 50 tahun pernikahan? Ohhh… Yang dulu selalu kubayangkan adalah pernikahan yang penuh dengan cinta dan adegan romantis, sepertinya aku harus mulai berdamai dengan mimpi sendiri nih.

Ku akuin yang berubah sebenarnya bukan hanya suami tetapi aku juga tapi menurutku wajar dong aku sedikit berubah pan yang paling banyak disibukkan oleh anak adalah aku seharusnya suami bisa jadi tempat bersandar di kala aku kelelahan dong! (Maunya! :p).

Ya sudahlah, sudah saatnya melanjutkan tidur kembali. Berharap pas bangun dari tidur esok hari semuanya akan jadi lebih indah. Sejauh ini sih aku sangat bersyukur menjadi istri dan menjadi ibu dari dua lelaki tersayangku yang sedang tertidur lelap membuataku terhimpit di ujung tempat tidur ini. Aku berharap dan akan terus berusaha menjalankan peranku dengan sebaik - baiknya… Semangat!


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post