Ough…

7 Sep 2014

Kadang aku ingin teriak di telingamu sekencang - kencangnya supaya kamu mengerti

tapi kupikir kau memang tak mau mengerti atau kau sebenarnya mau tapi gagal mengerti entahlah…

Yang kutekan selama ini adalah semua egoku

‘Kaki di kepala dan kepala di kaki’

Yang berusaha kulupakan selama imi adalah mimpiku

Kukorbankan waktu, tenaga, darahku, tubuhku demi sesuatu yang akhirnya menjadi milikmu..

Mungkin aku tak mampu mengorbankan lebih banyak lagi

Ku mohon kau mengerti aku begitu lelah

Lelah sampai menjadi begitu marah

Marah sampai menjadi Muak…

Duhai lelaki yang dulu pernah kucintai

masih berharap bisa mencintaimu lagi seperti itu

jadilah lelaki sejati


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post