Cuap - cuap dikit

17 Sep 2013

Hari ini akhirnya aku berpikir lagi tentang uang, benda yang menjengkelkan tapi kerap membuat rindu. Sebenarnya yang dirindukan bukan uangnya tapi efek yang didapat karena memiliki benda ini, semakin banyak jumlahnya semakin besar kuasanya… Nah loh!

Lalu kenapa aku menyebutnya menjengkelkan, menurutku menjengkelkan karena ternyata sebegitu pentingnya uang sampai - sampai manusia suka menilai manusia lain berdasarkan uang, banyaknya uang yang dimiliki seseorang sangat besar pengaruhnya terhadap perlakuan/respek oranglain pada dirinya. Saya memperhatikannya bukan hanya di lingkungan sosial masyarakat, di tempat ibadah bahkan di keluarga pun ini jelas terlihat,pokoknya di manaa aja selama masih di dunia.. Elo akan menjadi sakti kalo elo punya uang.

Kenapa udah tau gitu aku harus mengungkit - ungkit masalah ini lagi?

Karena aku kaciwa…. Kaciwa tabunganku hampir amblas! Huhuhuhuhu… Tapi bukan hanya ini yang membuat aku agak sulit bernafas akhir - akhir ini tapi karena aku sangat jengkel, jengkel setengah mati sama keadaan yang memaksa ku tak bisa berkutik, entah mengapalah Tuhan membawaku ke kondisi sekarang ini.

Jangan pikir akubilang tabunganku hampir amblas itu berarti aku sudah akan menjadi gembel dan sengsara ga punya tempat tinggal, pakaian compang camping… Ahh! Ga seekstrim itulah, cuma sampai taraf menahan diri aja,menahan diri ga makan pizza, menahan diri ga beli baju atau sepatu, menahan diri ga ke salon.. Dsb! Hahhaha.. Ga penting banget

Aku akui postingan ini memang ga penting banget untu dibaca, cenderung ‘ngaco’, aku cuma berusaha mencurahkan uneg - uneg di hatiku dan barisan - barisan kalimat yang suka mampir di kepalaku beberapa jam terakhir yang tentunya tak baik pula jika aku utarakan secara gamblang disini.

Bagaimanapun aku ini seorang anak sekaligus seorang isteri, seorang menantu, seorang kakak, seorang adik, seorang ipar, seorang teman, seorang calon ibu dan yang pasti seorang perempuan. Aku punya hati yang bisa sedih bila orang yang kukasihi direndahkan, aku bisa sangat marah jika dihina, dan sangat terluka jika disangka yang bukan - bukan tapi bersama itu aku juga masih punya hati yang tunduk akan ajar, mengerti batas hakku bicara, keinginan besar supaya semuanya berjalan damai.

Tentramlah wahai hati, sebentar saja begini, nanti ada waktunya untuk pembuktian, bahwa serendah - rendahnya posisi diri kini tidak ada niatan untuk menjadi beban, sekuat tenaga kami sedang berjuang untuk menjadi berkat.

agh… Kau pasti takkan mengerti, sudahlah!


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post