Keajaiban Hidup (emak - emak sedang merenung)

23 Jul 2013

‘Di perut Miss sudah ada dedeknya?’ Tanya seorang anak di sela - sela acara camp anak 2 hari yang lalu. Camp Anak merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Yayasan Dian Bersinar, sebuah yayasan yang mendedikasikan setiap aktivitasnya untuk melayani anak - anak yang sering dipandang sebelah mata oleh dunia ini. Mereka yang lahir dan tumbuh di lokasi kumuh di pusat kota Medan, mereka yang sering kali menimbukan rasa jengkel di hati orang - orang setiap kali bertemu di lampu merah, mereka yang sering sekali kita sebut anak - anak jalanan.

Kembali ke pertanyaan tadi, pertanyaan yang sering dialamatkan kepadaku akhir - akhir ini dengan berbagai versi yang berbeda, berikut ini peringkat 3 teratas yang paling sering dilontarkan:

1. Sudah isi belum? (emang tahu pake diisi segala..! Hadeh)

2. Sudah ada tanda - tandakah? ( hahhaha.. Tanda apakah? Tanda tanya????)

3. Sudah hamil kakak? ( yang ini versi to the point ga pake istilah2)

Meskipun pertanyaan ini hampir setiap hari mampir ke telingaku, ke bbm dan pesan facebookku selalu saja aku masih salah tingkah menjawabnya. Mengapa? Ah… Hanya orang - orang sudah mengalaminyalah yang tahu pasti alasannya. Masih 5 bulan menikah bukan berarti keadaan belum hamil tidak menyesakkan hati, beberapa kali menangis melihat hanya satu garis di test pack, pernah menangis lemas di toilet saat akhirnya mens juga setelah 3 minggu telat atau tertipu sama mual yang ternyata hanya masuk angin bukan ngidam. Hanya 5 bulan sodara, aku tidak bisa bayangkan betapa sulitnya yang dihadapi orang - orang yang sudah menunggu sampai 5 tahun atau bahkan berpuluh - puluh tahun. Bayangkan berapa ratus sudah test pack yang dipakainya dan berapa kali dia menangisinya… Hiks!

Pagi ini sambil mencuci baju aku berpikir tentang rumitnya hidup ini (boleh dong ya ibu - ibu berlagak jadi pemikir dan menganaisa hahahaaa), aku ingat anak - anak yang kami layani di Dian Bersinar bagaimana mereka bisa lahir dan tumbuh di daerah yang jauh dari nyaman apalagi sehat. Pastinya saat mereka di kandungan tidak pernah di USG dan belum tentu ibunya dulu mengkonsumsi vitamin dan makanan bergizi. Belum lagi lingkungan yang keras dan tak bersahabat, kemiskinan yang memaksa mereka jadi pengemis bahkan saat mereka belum menegenal apa itu uang tapi satu hal yang luar biasa mereka ada... Ya mereka hidup dan dilahirkan dan tumbuh bahkan sekarang sudah mulai remaja.

Mengapa Tuhan memberikan banyak anak pada orangtua mereka yang menurut pandangan manusia sebenarnya ‘tidak layak menjadi orangtua’, sementara seorang teman yang hidup lebih baik di tempat yang sehat beberapa hari lalu dikabarkan keguguran. Mengapa begitu mudah bagi mereka untuk memiliki keturunan sementara kami harus menunggu entah berapa lama lagi.. Padahal dalam pandanganku sebagai manusia, kami inilah sebenarnya yang berhak segera diberi anak karena kan kami cukup mampu memberikan kehidupan dan masa depan yang terbaik bagi anak - anak kami, Pertanyaan yang selain manusiawi juga wanitawi sekali tetapi Tuhan punya jawabanNya sendiri.

Ada satu sesi dalam camp anak dimana anak - anak diajak untuk menyebutkan apa cita - citanya, tidak satupun dari anak - anak itu yang malu untuk menyebutkan cita - citanya ada yang ingin jadi guru, polwan, dokter, penulis puisi dan yang mau jadi pilot pun ada katanya ntar dia mau ajak Miss dan Sirnya juga teman - teman ke luar angkasa, asyikkk!! Yang luarbiasa adalah aku mendengarnya dari mulut - mulut polos yang menurut pikiran manusia terasa tidak mungkin memiliki masa depan lebih baik tentu akan terdengar biasa saja seandainya yang memiliki cita - cita itu adalah anak - anak dari keluarga mapan dan bersekolah di sekolah internasional pula. Tetapi merenungkan hal yang luarbiasa dari anak - anak ini bahwa mereka dalam keterbatasan dan kemelaratan saja masih bisa survive tumbuh, sehat, lincah dan kreatif bukan tidak mungkin mereka dapat menjadi orang yang luar biasa di masa depan. Mereka sudah teruji kuat bahkan sebelum mereka dilahirkan pasti mereka bisa menaklukkan setiap tantangan yang menghalangi mereka meraih cita - citanya. Lagipula banyak yang sudah berubah kini dibandingkan dulu pertama kali aku mengenal mereka, sekarang mereka sudah lebih sopan, lebih tertib dan lebih bertanggung jawab meski masih kadang menjengkelkan juga,.. Itu kan ciri khas anak - anak bukan?!

Begitu mudah jatuh cinta pada hal bagus, tetapi begitu sulit untuk mencintai apa yang tidak masuk hitungan bagi setiap orang dan kami sudah jatuh cinta kepada anak - anak ini. Keadaanku yang sedang mengharapkan hamil saat ini membuatku makin mencintai pemilik wajah - wajah lugu ini, yap! karena secara luar biasa Tuhan sudah memberi mereka ke dunia. Dunia boleh saja menyebut mereka ‘Kurang’ tapi dalam pandanganku mereka ‘Lebih’ jauh di atas kualitas anak - anak yang cuma bisa hidup di tempat yang nyaman, dipeluk orangtua mereka dan dibesarkan dalam kelimpahan harta. Anak - anak ini ajaib yang dalam pencipataanya Tuhan pasti memberi mereka kekuatan ekstra sehingga bisa menjadi sekuat ini.

Mereka memang belajar membaca, menulis, berdoa, bernyanyi, mendongeng dsb dari kami tetapi kami belajar kehidupan, kerja keras, mengucap syukur, harapan dan belas kasihan dari mereka yang mungkin sulit kami dapatkan di tempat lain yang lebih ‘enak’

Jika kelak akhirnya aku diberi kepercayaan melahirkan anak oleh Tuhan aku tentu mengharapkan anakku sekuat anak - anak ini… Dan akan kuceritakan pada anak - anak yang kulahirkan tentang kakak - kakaknya yang mendapatkan cinta pertama dari ibunya. Tak sabar menunggu waktunya….!!

#sesungguhnya kejadian kita ajaib, masing - masing kita diciptakan menjadi siapapun kita dan siapapun orangtua dan saudara kita, bagaimanapun kondisi kita dan juga di manapun kita di tempatkan tentu ada maksud dan tujuan yang diinginkan oleh Sang Pencipta yang ingin dicapainya melalui diri kita. Disitulah letak kelebihan dan keindahan kita ketika kita dipakai Oleh Dia Tuhan semesta alam, Raja segala Raja.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post