Saat Aku merugi…

27 Mar 2013

Merugi adalah kondisi dimana kita telah memberikan sesuatu yang berharga dari diri kita untuk ditukar dengan hal lain yang lebih bernilai tetapi hasilnya tidak sama dengan yang kita harapkan. Kalau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan(terjual) kurang dr harga beli atau modalnya; tidak mendapat laba (arti), pengertian yang lain atidak mendapat faedah (manfaat); tidak beroleh sesuatu yg berguna (adjektiva).

Mengapa membahas Rugi hari ini………………….???
Karena setelah saya bertransformasi menjadi ibu - ibu muda yang cantik jelita sebulan ini, saya sudah banyak mengalami ‘kerugian’ baik itu berupa harta (uang, emas, dsb), waktu dan bahkan sampai merugi di hati (Haikz.. dangdut banget khan).

Sebulan yang lalu aku melakukan kesalahan atau sebut saja ‘kebodohan’ dengan menghilangkan uang yang cukup besar nominalnya bagi kami yang sedang mengalami krisis moneter ini, aku sampai menangisi keadaanku dan seperti biasa mulai bertanya - tanya ‘koq Tuhan ijinkan ya kami sudah sulit dipersulit begini‘ (lah jadi Tuhan lagi yang disalahkan) dan untungnya suamiku tidak menyalahkanku malah menghiburku supaya aku tidak melulu merasa berdosa pada tabungan kami dan pada dia yang sudah dan akan bekerja keras untuk mengganti segala sesuatu yang kurang.Tidak akan semua peristiwa merugikan kami akan kuuraikan di sini hanya beberapa saja karena sebagian tidak baik untuk diperbincangkan.

Kerugian yang lain menyadarkanku, saat orang yang paling kucintai di dunia itu muncul dihadapanku dengan wajah gundah gulana kemarin sore karena telah membuat kami rugi lagi, kali ini ruginya malah lebih banyak dari sebelum - sebelumnya dan dengan tanpa merasa kehilangan sesuatu yang berarti aku sanggup tersenyum memeluknya dan mengatakan ‘tidak apa - apa kalau Tuhan ijinkan hilang ya biarkan saja ntar juga kalau rezeki pasti ada gantinya‘. Seingatku aku bukan orang yang suka dibuat rugi meski itu karena orang yang kucintai tapi sepertinya merugi sebelumnya sudah mengajarkan aku untuk lebih mampu menghadapi rugi saat ini.

Apakah itu berarti aku sudah suka menjadi ‘rugi’?
Tidak sama sekali, tetapi ingatan tentang betapapun kerugian yang kami telah alami tidak berhasil membuat kami hancur, bahkan entah bagaimana sampai saat ini semuanya baik - baik saja, kami bisa bahagia dan saling mengasihi dan bagaimana dia telah ikhlas membiarkan aku membuatnya rugi berkali - kali sudah cukup membuatku lebih rileks menghadapi apapun.

Tiga hari terakhir jaringan internet bermasalah sampai tidak bisa menjalankan bisnis, beli modem baru padahal keuntungan minggu ini belum capai target, pompa air rusak sampai harus diganti yang baru, remote TV rusak…dsb Semuanya yang meresahkan kantong sebenarnya tapi memilih bersikap tenang tanpa menyalahkan siapapun termasuk Tuhan ternyata lebih membuat damai.

Maksudku, semua yang kami butuhkan untuk menjadi manusia bahagia tidak selalu karena kami beruntung tertutama dalam hal ini harta, penerimaan pasangan atas setiap kekurangan kita, pengertian dan kasih sayang sudah cukup menjadi modal kami untuk bisa tertawa bersukacita bersama dan menambahi rasa manis di setiap waktu - waktu bersama kami…… (Beras dan lauk pauk juga perlu juga sih.. :p).

Poin utamanya adalah ketika kita percaya Tuhan yang punya otoritas penuh atas hidup ini, Dia yang mengetahui apa yang sudah dan akan terjadi di masa depan dan kita sudah mempercayakan hidup kita pada Dia, maka tidak perlu cemas jika yang terjadi saat ini tidak seperti yang kita rencanakan, bukankah kita sudah percayakan semua kepada Dia?? pasti semuanya terjadi untuk mendatangkan kebaikan entah itu dari segi materi ataupun yang lebih baik lagi memperbaiki karakter.

Oiya aku lupa menuliskan kemarin aku berhasil juga dapat untung dalam bisnis dengan mengandalka ipad, air kami sudah mengalir dengan baik, listrik yang biasanya padam jam segini hari ini tidak jadi aku bisa berceloteh panjang lebar disini dan pulihnya jaringan internet tepat saat paket internet ipad habis hari ini. sebuah keajaiban yang menggerakkanku untuk menulis semuanya saat ini..

Hanya bisa Bersyukur untuk semuanya, kalau untuk kerugian saja aku sudah siap apalagi menghadapi keberuntungan, Aku siap menerima apapun yang Tuhan berikan. God Bless Us


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post