a;j;a;h

saya bekerja dengan sepenuh hati…
saya bekerja karena saya ingin banyak memberi
semua yang terbaik yang pernah ada dari saya!
semua yang termanis yang pernah dikecap dari saya!!


lelah sepanjang hari ini,
ya dengan kerjaan, ya dengan bozz yang sering nyebelin… :(
tapi ga akan berhenti untuk semangat
SEMANGAT!!

itu ajah…………..

Pulkam

sudah lama tidak menulis di sini,
Hoaa.. rasanya seperti pulang kampuang sajah, hehhee

mo curhat dulu,

lagi lelah banget dengan kerjaan, dengan study dengan semuanya…
tapi tetep saja ga pegen berhenti.. harus tetap berjuang!!
SEMANGAT.. SEMANGAT

bila lagu kebangsaan Indonesia diplesetin

Malaysia semakin menjadi ,
setelah lagu daerah yang diklaim milik mereka,
bahasa,
tari,
TKI ditindas….
sekarang, di sebuah forum di internet lagu kebangsaan kita diplesetin

trus..
apakah kita masih mau menunggu hal yang lebih parah dari sini???

kecewa banget dengan pengguna2 internet yang tidak bertanggung jawab seperti itu, apakah dia ga memikirkan dampak yang akan terjadi bila dia posting seperti itu, mungkin dua negara bisa berperang
bebas mengeluarkan pendapat bukan berarti tidak beretika.

atau..
benarkah memang seluruh bangsa Malaysia berniat melecehkan kita?

jadi,
bagaimana kita?
apa tanggapan kita

Presiden Soekarno pernah berkata ‘GANYANG MALAYSIA’
haruskah kita menyerukan hal yang sama????????

senangnya hatiQ……

hari ini lelah banget!!
masih training di kantor jadi rada bego yang sudah pati mengakibatkan kerjaan banyak yang berantakan…
kena marah ma kak Rena, seniorQ yang langung ga tega juga pas melihat muka ’sok merasa bersalahQ.. hahhahhahhha!!

tapi gimanapun..
hari ini aQ senang..
senang karena kuliah masih libur…
senang karena kerjaan yang menyita banyak waktu dan tenagaQ….
senang karena aQ ga mikirin SkripiQ (nah.. lho, sebenarnya mo jadi sarjana ga sieh??)
senang karena mulai bisa mengendalikan rasa ini

dengar…..!!
ehm.. bukan!
baca…..!!
hari ini Qrevisi Perasaan cintaQ sama dia…!
aQ senang!
hahhahhahha…. (*ketawa ala setan yang sering ngekeh di tipi)
ada yang mau tertawa denganQ???
:D :D :D

….

pusing kali pun aQ kau buat…
ga pengen ketemu tapi rindu
ga pengen dekat denganmu tapi terus kepikiran
ga pengen disebut penganggu nyatanya memang begitu

cape dehhhhhhhhh

seorang perempuan

seorang perempuan seperti aQ!
yang dengan mudah telah jatuh hati pada saat pertama kali melihatmu
senang dekat denganmu…
senang melewati waktu bersama denganmu
senang mendengar keluhan2mu..
apapun tentangmu!

perempuan seperti aQ!
tidak mudah percaya pada bahasa cinta..
terlalu takut untuk menjalinkan hati denganmu
ingin dibuat percaya kalo kau sungguh2 mencintai aQ
bukan karena mengejar status, bukan juga sekedar karena hasutan orang lain apalagi karena kau melihat aQ cukup baik

perempuan seperti aQ!
begitu sakit saat kau melihat kau mulai lelah menghadapiQ
saat kau merasa kalo aQ bukan sesuatu yang pantas ‘ntuk kau kejar
saat kau memutuskan untuk mulai menerima uluran tangan cintanya!

perempuan seperti aQ!
begitu yakin kalau kau akan pulang kembali
tapi saat kau kembali aQ tetap belum bisa percaya
dan kau tidak bisa meyakinkanQ
dari kata2mu…
dari tindakanmu….

perempuan seperti aQ
merasa kau bukanlah pasangan yang tepat
mengabaikanmu dan berusaha melupakan mata sedih yang memandangQ
mencoba menerima seorang yang lain yang bisa menawarkanQ sebuah realisasi dari semua mimpiQ

perempuan seperti aQ
tetap tidak bisa melupakanmu..
berusaha mencari kembali apa arti semua rasa ini saat kau mulai mengabaikanQ
sampai aQ tahu kalo aQ hanya menginginkanmu yang mewujudkan mimpi2Q

perempuan seperti aQ
mencoba berusaha sekuat tenaga menahan rasa
saat Q tahu dia sudah memikat hatimu
mencoba menyembunyikan rasa
saat Q tahu dia lebih baik daripada aQ

perempuan seperti aQ
tidak pernah bisa berhasil melupakanmu
saat aQ ingin, saat aQ ingin
semua sama saja
aQ tetap mencintaimu

perempuan seperti aQ
aQ….
tidak menyesal!

RUMAH (Homesick)

Selalu ingin pulang ke sana
setiap kali aku lelah bermain
Setiap kali aku terluka…

Selalu ingin merasakan nyamannya meletakkan segala beban di sana
Di mata teduh yang selalu menyambutku
Di hati yang tidak pernah lelah untuk mengerti
Telinga yang terus bersedia untuk mendengar

Aku tertidur nyaman di sana
di peluk kasih yang tulus
Dia adalah rumah buatku….

——

‘aku sedih…!’ kataku padanya! Dia yang diam menunggu penjelasanku kenapa aku bisa sekacau sekarang. Dia memang selalu peduli.. hmmm.. masih peduli tepatnya! Tapi bagaimanapun aku ga bisa memberi penjelasan apapun padanya tentang sedihnya hati, tentang sulitnya untuk bernafas akhir – akhir ini, keinginan untuk memperjuangankan untuk menahan jangan sampai mengungkapkan rasa sama besarnya dengan keinginan untuk meneriakkan kegelisahan ini… merasakan sentuhan perhatiannya lagi.

‘aku ingin pulang!’ kataku dalam hati tapi tentu saja tidak ku ungkapkan padanya, karena bagaimanapun, aku sudah berjanji untuk meletakkan rasa di belakang, aku ingin semuanya berjalan sempurna seperti yang telah dia pilih.

Aku sadar dia sudah jadi rumah bagiku cukup lama, rumah yang terus ku tinggal setiap kali aku tergoda untuk menikmati keindahan di luar sana, rumah yang seringkali membuatku muak karena kurang bersyukur, rumah yang tidak pernah ku urus sama sekali yang seringkali aku lupa betapa hanya dia tempatku untuk pulang setiap kali aku tidak lagi bisa menemukan kesenangan bersama bintang – bintang, setiap kali aku tidak memperoleh rangkulan hangat dari komunitasku, setiap kali aku perlu berlari sekedar bersandar pada orang yang selalu siap menerimaku dan membantuku menemukan jawaban yang tidak bisa kutemukan sendiri. Tangannya selalu terulur setiap kali aku menginginkan ditarik ke atas setelah terjatuh, dan tidak ada satu orangpun yang ku yakin akan selalu menyambutku seolah – olah bersama denganku adalah hal yang paling indah selain dia… kapanpun! Bagaimanapun caraku pulang, dia di sana.. dia adalah rumahku.

Kami masih diam, entah apa yang dipikirkannya!
’sudahlah aku ga apa apa’ kataku lagi

Ku tahu dia tidak percaya, ‘bilang saja.. kau tahu aku sedang mendengarmu’ dia membujukku, Sedetik aku tergoda untuk merengek – rengek seperti biasa tapi itu hanya sebentar karena kesadaran itu langsung muncul, sadar bahwa semua sudah tidak sama lagi, sadar kalo sudah saatnya buatku untuk bertindak dewasa dan mencampakkan ego.

Aku memang sangat shock saat tahu aku ga bisa ‘pulang’ lagi ketika aku menyadari sambutan yang ku terima tidak sehangat sebelumnya. Merana seperti tunawisma yang tidak tahu kemana lagi harus meletakkan kepalanya setelah lelah menjalani hari dan malam sudah sangat gelap. Dingin, aku tertidur sendirian bersama angin yang berhembus memastikan aku sudah menikmati sakitnya tidak punya rumah , diguyur hujan karena tidak ada atap untukku berteduh… dan yang lebih pedih lagi sendirian. Hah.. sebenarnya aku sangat ingin ‘pulang’..

‘aku menunggu penjelasanmu’… lagi dia menunjukkan kepeduliannya tapi bagiku sudah tidak ada artinya lagi, karena aku tidak akan pernah menjelaskan apa – apa meskipun di dalam pikiranku sebenarnya aku khawatir kalo sebenarnya dia sudah bisa membaca apa yang ku pikirkan, dia hanya ingin aku mengatakannya karena ada beberapa hal yang harus diungkapkan lewat kata – kata baru bisa ditanggapi tapi bagaimanapun aku memilih untuk tidak mengungkapkannya.

‘sudahlah’ kataku mengakhiri pembicaraan dengannya. Dengan ucapan terimakasih yang sangat di dalam hatiku karena dia masih saja berdiri di situ beberapa detik sebelum akhirnya dia berlalu juga.

‘sudah selesai’ kataku lagi dalam hati dengan senyum karena aku bisa merasakan kehangatan tangannya membelai kepalaku meskipun sebenarnya tangannya tidak terulur, dengan airmata yang menagisi sakit yang dirasakan di sini… di dalam hatiku.. aku memeluk dia diam – diam dalam hati, itu sudah cukup buatku.

Sudah saatnya membangun rumah sendiri, terimakasih sudah menjadi rumah untukku sekian lama.. tidak ada yang pernah sepertimu sebelumnya, ku tahu nanti juga tidak akan ada.
aku pergi…. Aku mengasihimu!

Do you know.. do you know??
you make my life so complete
Do you feel that I feel
My love for you is real

It feel like home
when I’m with you
You know that I …

Will always be the one for you
Just call my name and I’ll be there…

………………………………………….. (feels like home, ten to five)

my b’day

aku berdiri di sini..
di hari yang cerah 20 mei 2009
sudah 24 tahun sejak aku terlahir di dunia..
haruskah aku berpesta?
haruskah aku merayakannya??

i’m growing old..
ga ada yang spesial hari ini
malah lebih ke pada rasa terluka
merasa dicampakkan…

tapi, bolehkah aku mengeluh tentang hari ini??
apakah hanya karena satu hal mataku tertutup melihat begitu banyaknya berkat yang telah ku peroleh???

enggak!
sekalipun sekarang ini mataku hanya bisa melihat kesedihan
tapi hatiku tetap percaya!
percaya kalo semuanya mengarah kepada kebaikan
karena itu aku bersyukur untuk setiap kebaikan yang segera ku songsong

thx God…
terimakasih Tuhan

PAMER

Benhard berjalan memasuki kelas, aku bingung melihat dia berkali kali mengangkat tangan kanannya cuma untuk memperbaiki tatanan rambutnya yang sebenarnya sudah cukup baik.. tidak ada masalah. sampai mataku menangkap pergelangan tangannya yang dihiasi jam bermerk terkenal yang baru lagi berbeda dengan yang digunakannya minggu lalu yang ku tahu itu juga harganya mahal.
PAMER! kataku dalam hati

PAMER adalah segala bentuk usaha yang dilakukan baik itu melalui pembicaraan/cerita , tindakan, atau tulisan untuk membuat orang lain tahu, kalo bisa kagum, bila perlu sirik dengan diri kita atau apa yang kita miliki atau malah meniru kita…

apakah PAMER itu sikap yang positif atau negatif? semuanya itu tergantung motivasi si pelaku.

PAMER itu adalah output dari apa yang kita pikirkan,jadi bukan PAMERnya yang salah tapi motivasinya yang harus dievaluasi. aku membedakan PAMER itu ke dalam 2 tipe, jika misalnya PAMER itu dilakukan untuk mendorong orang lain supaya lebih baik, menghibur orang lain tentu saja ini sifatnya positif. misalnya: mengadakan PAMERan lukisan, meMAMERkan suara merdu dengan bernyanyi untuk menghibur… dsb

tetapi jika PAMER itu dilakukan memang hanya sekedar PAMER atau cuma mau nunjukin kalo ‘aku hebat Lho..‘ ini yang bisa jadi NYAMPAH atau bahkan lebih parah lagi membuat orang lain kurang bersyukur, dan yang bikin aku heran sepertinya kebanyakan orang2 Indonesia cenderung menganut sifat PAMER tipe yang kedua ini. (kenapa harus orang Indonesia yang dijadikan contoh? ya karena aku hidup di Indonesia dan aku kenal betul sifat2 bangsaku ini)

jadi menurut pengamatanku, bukan hanya dilakukan oleh orang - orang yang tidak berpendidikan yang tidak dicekokin pengetahuan sosiologi, ilmu kemasyarakatan, atau apalah yang membuat kita mengerti untuk menjaga sikap kita, aku menemukan bahkan para selebritis, politisi bahkan pemerintah melakukan hal yang sama.

memangnya apa saja yang mereka pamerkan?
banyak!
jika ibu - ibu yang tinggal di jalan yang sama dengan diriku cuma PAMER televisi baru yang dibeli seharga kurang dari sejuta kepada tetangganya, atau anak - anak mereka yang masih lugu memamerkan betapa lucunya boneka yang dibelikan Mamanya kepada teman mereka yang bahkan untuk makan 3 kali sehari aja suli, Bapak - Bapak dan Ibu - Ibu yang terhormat memilih memamerkan kebaikan hatinya .. kemurahan hatinya dengan memberi bantuan kepada ‘orang yang kurang mampu’, memamerkan airmata seolah olah ikut merasakan penderitaan mereka, memamerkan kepintaran mereka dalam kampanye kampanye yang memabukkan
tapi.. Ingat! ini hanya PAMER sebab ternyata tidak banyak yang bisa dilakukannya untuk masyarakat yang terpelongo mengetahui betapa pintarnya dia itu secara kepintaran mereka hanya untuk diPAMER dan yang paling parah seringkali bantuan yang diPAMERKAN saat diberikan untuk masyarakat ‘yang kurang mampu’ itu adalah seper sejuta dari hasil rampasannya, siapa yang dirampas? ‘orang yang kurang mampu itu juga!’

bagaimana dengan para selebiriti??
setelah memamerkan tubuh mereka, perhiasan mereka, mobil baru mereka, baju - baju baru yang mahal tentu saja mereka belum puas, mereka juga memamerkan kenakalan mereka, percekcokan mereka dengan pasangan mereka, hedonisme mereka yang katanya seh untuk menghibur!! tapi menurutku ini adalah penyesatan.
bagaimana tidak? jika akhirnya anak - anak ABG mulai ikut - ikutan PAMER tubuh meniru idola mereka, menjual diri untuk membeli handphone BLACkBERRy seperti punya artis kebanggannya bukankah itu dampak yang sangat menyedihkan yang menjadi buah dari sebuah perbuatan PAMER??

yang paling parah dari yang terparah yang kulihat, di sini di negeriku tercinta ini semua tokoh berlomba - lomba memamerkan betapa religiusnya dia, yang kemudian cepat atau lambat akan ditemukan betapa brengseknya ternyata dirinya sangat kontras dengan apa yang ditunjukkan selama ini. bukankah ini membuat orang - orang menganggap remeh agama yang dianutnya?

entah di bagian mana kita!
tapi aku berharap, apapun yang kita lakukan coba lihat hati kita apakah kita ingin memuaskan keinginan kita semata atau memberikan sesuatu bagi orang lain? bukankah hal yang luar biasa jika kita bisa membangun orang lain melalui kehidupan kita?
berhati - hatilah!! karena semua yang kita lakukan akan kita pertanggung jawabkan nantinya… cepat atau lambat waktunya akan datang.

ga ada judulnya

hujan.. cepatlah turun!
beri aQ kedamaian… beri aQ rasa dingin
saat air tertumpah dan atas
membasahi kepala yang lelah ini
membasahi tubuh yang lemah ini

hujan tolong ajari aQ
bagaimana caranya berhenti dari tangis
setelah mengucurkan air mata sepuasnya
setelah menimbulkan genangan2 air di jalan2..

sebenarnya aQ tidak sedang sedih
bukan juga kesepian..
aQ hanya tidak bisa melupakan dia
aQ hanya selalu merindukannya
saat aQ sedang bermimpi..
saat aQ sedang berjalan dalam kenyataan..
saat aQ sedang bernyanyi…
saat aQ sedang berbicara..
saat aQ sedang berdoa…
saat aQ sedang bernafas

tolong katakan padaQ
apalagi alasan air mata jatuh
selain karena sedih dan senang?
mungkin itulah yang menjadi alasan kenapa aQ harus menangis
malam ini…
malam yang panas, hampir hujan
di jalan sepi…
tapi tidak dengan hatiQ… ada kericuhan di sana!

hujan berapa lama lagi aQ harus menunggumu?
hantarkan aQ pada satu zat yang bisa melarutkan rasa ini
rasa yang masih sangat tidak Qmengerti
sebentar menyiksa, sebentar menghibur, sebentar menghilang

kadang aQ merasa menjadi sangat malang
yang paling sering aQ merasa kacau…

ah hujan…
janganlah lama lagi
karena aQ bisa menjadi terlalu lemah
mungkin aQ bisa mati….

« Previous entries