Jan
26

Mengenang kebersamaan kita di langit
Saat tanganmu mudah untuk di raih
Dan senyummu mudah untuk ditatap

tujuh pasang mata menatapku dalam remang
dengan lilin menyala di atas kue
Sambil bernyanyi yang entah bagaimana jadi terdengar merdu

Mengingat pesan - pesan dalam kalimat ucapan selamat
Setelah seharian seolah tak peduli
Seharusnya waktu itu aku tidak menangis
Aku tahu, kalian pasti tidak akan melewatkannya

Dan memang tidak pernah melwatkannya…

Meski kini kian jauh jaraknya
Ada kenangan yang tak mungkin terhapus
Ada rasa sayang yang terlanjur tumbuh

Akan selalu ku kenang di setiap tahun - tahun yang ku punya
Kalian bintang yang tak pernah berhenti bersinar
Meski sudah tidak di langit

Ulangtahun selalu menjadi momen yang pas untuk bersyukur atas keberadaan diri di dunia ini dan mengevaluasi sejauh mana kontribusi kita dalam kehidupan. Akan lebih menyenangkan jika saat itu kita bisa berada dengan orang – orang yang kita kasihi meskipun perayaan tidaklah yang terutama tapi memperoleh apresiasi dan doa dari orang – orang yang penting dalam hidup kita atas keberadaan kita adalah hal yang spesial yang akan menambah – nambah ucapan sukacita dan syukur kita dalam hidup.

Ada satu catatan unik di hari ulangtahunku yang pernah kurayakan, pada ulangtahunku yang ke – 22 tepatnya 20 mei 2007. Teman – teman dekatku muncul di kostanku membawa satu black forest lengkap dengan lilin – lilin menambah indahnya sambil bernyanyi ‘Happy birthday….’

Tidak akan begitu mengharukan andai saja keadaannya sama seperti biasa tapi waktu itu, ku ingat kami baru mengalami musibah, camera pocket yang kami pinjam saat bertualang ke sibolangit LCDnya rusak, maklumlah kami semua masih mahasiswa biasa yang tak luput dari cobaan… Lah! Hehhee dengan uang pas – pasan yang kami miliki, kami membayar biaya perbaikan kamera itu kalo ga salah Rp. 100.000 seorang. Lumayan berat bagi kami karena kami masih pada kere kala itu untungnya sekarang sudah agak berubah kere jadi pake.. N baca KEREN.. Hihihi

Potong Kue
SUMPAH Demi Black Forest yang dibeli patungan ini, aq rindu kalian…hehhe!

Ini adalah ulangtahun terakhir yang aku rayakan bersama mereka ‘utuh’ soalnya tahun berikutnya salah satu dari kami dipanggil Tuhan dan selanjutnya kami bercerai berai sesuai dengan tempat kerja kami masing - masing. tapi satu hal yang ga pernah berubah, selalu berusaha memberi selamat saat merayakan ulang tahun.

Dalam hidupku, Orangtualah yang paling berjasa dalam kelahiranku dan pertumbuhan fisik juga pribadiku tapi selain itu aku juga punya saudara - saudara, sahabat - sahabat, kekasih dan orang - orang di sekelilingku yang membantu aku menjadi diriku dan menghargai kehidupanku.

Terimakasih Mama, Bapak, Kakak dan adik - adik, Abang, sahabat - sahabatku, anak - anakku  dan yang paling utama Tuhan, Dia sudah menempatkanku di tempat yang baik untuk tumbuh dan selalu membuatku merasa berharga dan bersyukur di setiap hari ulang tahunku. Terkhusus buat Harmonika star terimakasih sudah membuatku pernah berulang tahun di langit :)

Postingan ini diikutkan dalam lomba postingan di dBlogger

<ahref=’http://dblogger.blogdetik.com/’><img alt=’Ekspresi Seru debloGGer’ src=’http://dblogger.blogdetik.com/files/2012/01/esdogger.jpg’></a>

Des
24

Memasuki bulan desember setiap tahunnya sama dengan membuka sebuah pintu ruangan dimana pesta sedang di selenggarakan, penuh warna, sukacita dan keceriaan.

Sebuah pesta yang dirayakan dengan penuh semangat dan sukacita yang dewasa ini ternyata bukan hanya dinanti oleh umat kristiani. Lihat aja di mall penuh dengan discount, tempat makan, supermarket dan tempat perbelanjaan lainnya memasang label ‘Christmass Sale’ di tokonya. Semuanya berlomba – lomba berpesta dengan caranya sendiri.

Kami (maksudnya aku dananak - anak) juga punya cara sendiri untuk berpesta. Mendapat undangan  yang cukup banyak di sana sini untuk menghadiri perayaan natal yang berujung ke pemberian bantuan dari panitia yang merayakannya sebagai bakti sosial mereka di perayaan yang berbahagia ini. Bulan Desember memang merupakan bulan yang penuh semarak bagi kami sekaligus bulan ‘panen’. Di saat orang berlomba - lomba memberi maka kamilah yang diberi, di saat orang - orang berlomba mengasihani ada kami untuk dikasihani.

Kami cukup berdiri sebentar kemudian sharing menceritakan bagaimana sulitnaya  hidup anak - anak ini kemudian kami semua akan banjir perhatian, mendadak anak - anak akan diberi senyuman tulus penuh kasih yang entah mengapa pada bulan - bulan sebelumya tidak pernah terlihat. Semua menjadi prihatin dan pastinya menguntungkan bagi kami. Temanku berkata ini momen yang ‘pas’ tidak setiap saat kita bisa begini.

Memang tidak ada yang salah dari semua ini, cuma sesuatu yang menggelitik dan menyita cukup banyak waktu bagiku berpikir. Benarkah kami sedang dibantu?

Memang kami memperoleh tas sekolah misalnya, sejumlah uang, ada lagi yang memberikan alat tulis buat kami tapi benarkah kami sudah terbantu?
Apalah bedanya mengemis di jalanan dengan menerima bantuan dalam balutan perayaan yang penuh dengan warna warni dimana mengaku kalau kami miskin dan berterimakasih sudah ditolong.

‘Berapa lama lagi kami harus menggantungkan diri pada pertolongan orang lain?’

Terlepas dari motivasi apa yang ada di hati mereka yang memberi bantuan kepada kami memang kami sepantasnya mengucap syukur dan berterimakasih karena kemuliaan hati yang sudah mau menolong. Tetapi bagi kami tidak berhenti hanya di ucapan terimakasih kemudian kami harus berjuang untuk melipatgandakan apa yang sudah kami terima.

‘Bisakah pesta meriah ini menjadi motivasi untuk bangkit dan berprestasi?’
‘Dan warna warni yang kini terlihat terus ada menjadi kreasi?’

Natal semula adalah peristiwa besar dimana Tuhan Yesus Kristus lahir dalam kemiskinan yang menggelikan bagi seorang Raja. Adalah perenungan bagaimana seorang yang besar dipanggil dari kaum yang dipandang hina oleh dunia.

Berharap bisa bangkit dengan anak - anak ini bersama semua orang yang dikasihani saat ini untuk menjadi pemenang yang sejati.

Berharap kita semua bisa memaknai Natal dengan lebih berhikmat bahwasanya setiap hari,setiap saat Kasih itu ada di hati kita sesungguhnya kita sedang merayakan Natal. Dan sebagaimana Tuhan telah memberi ‘hadiah’ bagi bumi seorang anak mari membe ri perhatian pada setiap anak2 kita, anak2 di sekitar kita sebab melalui tangan merekalah masa depan bumi akan diberi warna.

dan di malam sunyi senyap di kamarku saat ini dengan sepenuh hati kuucapkan

‘Selamat Natal’

buat kita semua..

Buat anak - anakku..

Buat teman - temanku..

Buat setiap hati yang penuh Kasih..

Mari bangkit menjadi pemenang, Pemenang yang penuh kasih, Kasih yang terus mau memberi!

Sebab

Indah merayakan natal saat diberi, semakin indah jika memberi..

Des
11

Berduka hari ini cuma gara - gara ga berhasil sarapan mie pangsit tadi pagi sebelum gereja gara - garanya aku sempetin nyicil nyuci pakaian yang sudah menumpuk membentuk gunung di balik pintu kamar harus dicuci pagi - pagi supaya siang sudah kering dan besok bisa dipakai kerja. Padahal sesuai janji si abang sudah datang cepat - cepat dari rumahnya….. ternyata oh ternyata daku telat dan berujung ke acara nangis2an. kronologisnya begini:

Pagi - Pagi Pukul 8.30

Abang datang tapi daku masih sibuk nyuci di kamar mandi jadi ga menyadari kehadirannya di teras depan. tapi dia tenang2 saja baca koran KOMPAS yang dibelinya di jalan tadi.

Pukul 8.40

Aku selesai nyuci mo jemur cucian eh ngeliat abang di teras masih ngomentarin abang koQ cepat sekali datang trus abang ngingetin aku supaya ngeset waktunya pas soalnya jam 10.00 kita mau gereja. Santai aku ngelanjutin kegiatan menjemurku karena berpikir jam sepuluh kan masih lama..

Pukul 09. 15

aku baru selesai dandan dan siap ke gereja tapi mau sarapan pangsit dulu seperti rencana

Pukul 9.20

Di tempat penjual mie pangsit 1, Habis makkk….
tapi entah kenapa aku jadi resah dan sangat ingin makan mie pangsit, Harus pokoknya ga boleh enggak…!

Abang: kamu seh kelamaan, harusnya cepetan dikit dong aku kan sudah cepat datang

Aku : ah.. tadi kan gara2 nyuci bang, ga senang kalo aku rajin sedikit? *ngeles..

Pukul 09. 20 di tempat penjual mie pangsit ke 2

Mesan mie pangsit goreng tapi 5 menit menunggu koq ga jadi2 ya mienya? mana waktunya mepet lagi, ngeliat ke kiri kanan masih banyak yang nasibnya sama kaya aku akhirnya ku tanya ibu penjual pangsitnya

Aku : Masih lama ga i?

Ai : masih dua kali goreng lagi dek..

Aku : Ga jadi deh i… sorry ya buru2

Lemes karena ga kesampaian makan mie pangsit, aQ cemberut di sepanjang jalan trus si abang mulai kesal

Abang : Makanya lain kali setting waktunya yg benar terus sekarang mo makan apa ini?

Aku : Pangsit…!

Pukul 08. 35 di tempat penjual pangsit ke -3

Mesan mie pangsit kuah tapi kejadiannya sama saja. banyak yang ngantri mo makan mie pangsit. ditunggu 5 menit belum selesai juga waktu kayana lari kalo kita nunggu.

Pukul 08. 45 Masih di tempat penjual pangsit ke -3

Aku : Abang kita ke gereja aja yuk, masih lama kayana (sadar kalo si abang ga suka telat akhirnya aku ngalah)

Abang melototin aku yang sudah setengah menangis karena ga bisa makan pangsit sambil ngomel2

Abang : Makanya dah berapa kalilah aku bilang diperhatikan itu waktu bla… bla…. bla…

Kesal yang masih 50%ku mencapai titik puncaknya kemudian

‘tes….!’ air mataku jatoh.. aih aku malah nangis di gereja.

Tapi bodo amat palingan orang2 mikir aku nangis karena tersentuh sama ibadahnya… Si abang nyolek2 aku sesekali mau menghibur tapi aku ga bergeming. sebenarnya kasian banget seh sama dia, pasti ga enak banget dicuekin kaya gitu tapi mo gimana lagi aku terlanjur GALAU…

Pukul 12.05 Di jalan Selesai gereja

Abang : Jadinya mau sarapan apakah? biar abang anterin

Aku sebenernya dah lupa ama sedihnya ga makang mie pangsit jadi keinget lagi malah kesel lagi trus nolak ajakan abang beli makanan dengan alasan ku maunya makan mie pangsit ga mau yang lain. Sebenernya gampang aja, aku yakin kalo dengan baik - baik aku minta abang nganterin aku ke penjual mie pangsit ke 4 pasti dia mau tapi aku terlanjur ngambek dan ga bisa mundur lagi jadi ku minta aja dia anterin aku pulang dan ku perintahkan dia pulang ke samosir.

Sampai di rumah si abang mulai ikutan kesal setelah lama ngebujukin aku buat cerita sebenarnya masalahnya apa lah koq aku reaksinya sampai selebay ini. apa yang bikin aku kesel setengah mampus. Tapi aku ga mau ngomong apa2, pikirku ‘masa dia ga nyadar? dari tadi aku mau makan pangsit bukannya turut berduka karena aku ga berhasil makan tuh mie pangsit malah ngomelin. pikir dong aku telat juga kan gara2 nyuci bukan gara2 main2. males banget, kalo ga ikhlas nganterin aku ya ga usah dianter!’

Singkat cerita:

Si abang akhirnya nganterin aku ke tempat penjual mie pangsit ke 4 dan ikut nemenin ku makan padahal aku tau itu berarti dia akan kemalaman sampai di Samosir.

Sekarang, sudah pukul 18.35 aku mengkhawatirkan dia yang naik motor tadi pasti sempat kehujanan, pasti kedinginan menuju samosir.
Nyesel banget dah ngerepotin dia tadi siang, berharap dapat kabar kalo dia sudah sampai dengan selamat segera, merindukan dia yang selalu berusaha untuk mengerti.

Benar kata abang, seharusnya aku setting waktunya harus pas, kalo emang mo nyuci dulu ya bangunnya harus lebih pagi biar nyucinya cepat selesai. Lagian mienya habis kan bukan salahnya abang kenapa harus ngambek ke dia. Seharusnya aku lebih memahami posisi dia juga.

Dia pasti lelah banget…

Aku : Maapin aku ya bang

Abang : udah ga pa2, abang juga ada salahnya kok. semua yang ga enak yang kamu rasa gara2 hormonnya.

Terimakasih sudah ikhlas jadi korbanku setiap bulannya

I love you abang..

sebagai catatan : akhirnya hujan turun setelah aku berhasil makan mie pangsit itu berarti cucianku ga jadi kering hari ini… Duh!

Category: A K U, curhat  One Comment
Jul
25

Sabtu 23 Juli 2011

Sore hari yang cerah, tapi panasnya tak terlalu menyengat, kami (aQ, kak Wasti dan kak Era) berjalan menyusuri rel kereta api di Jl. Salak Medan menjemput anak2 kami, sudah 2 minggu tak bertemu sejak camp anak di Sibolangit dan sudah terasa betapa rindunya ingin melihat wajah2 polos yang nakal itu, adakah perubahan setelah kami karantina 3 hari saat Camp Anak di Sibolangit 2 minggu lalu?

Hanya dua orang anak yang siap ikut kami sore ini, yang lain sepertinya masih terlelap dalam tidur siang mereka meskipun tidur siang mereka diramaikan oleh seorang Ibu yang berteriak2 sekuat tenaga memaki sekumpulan remaja yang tertunduk di pinggiran rel. ‘Ah, anak2 janganlah ditiru yang begini’ kataQ dalam hati.
Sampai jam 4 sore masih sekitar 5 orang anak yang datang, mereka mulai saling menggoda dengan menjitak atau menendang temannya kemudian lari2an saling kejar sambil menunggu acara belajar dan bermain sore ini dimulai. Si kecil Dio minta aQ ngajarin matematika membuat air mataQ hampir tumpah menyadari betapa cerdasnya anak yang baru kelas 2 SD ini, bialakah dia besar? Akan jadi apakah dia? Masihkah akan sama dengan lingkungannya berasal?

Lima belas menit kemudian, Ruangan kecil yang adalah Gudang TK Dian bersinar yang kami gunakan setiap sabtu dengan anak2 ini mulai dipadati bocah2 dengan berbagai aroma. Untunglah mereka sudah mulai patuh sekarang sehingga kelas tidak terlalu sulit ditenangkan yang berarti visi Camp Anak tempo hari mulai tercapai, terbayar sudah jerih lelah beberapa minggu mengerjakan acara dan mengumpul dana, Hari ini belajar tentang air Bah di zaman nabi Nuh dan mewarnai gambar. Merayakan ulangtahun Kak Era, Dio, dan beberapa anak yang lain yang ulangtahun di bulan sampai pertengahan Juli ini.

Tuhan, terimakasih untuk kondisi anak2 ini meski tidak sempurna seperti yang kami rancangkan tapi kami percaya rencanaMu sempurna jauh dari apa yang telah kami rancangkan. Dunia menyebut mereka pengemis tapi kami percaya suatu saat nanti mereka akan member lebih banyak kepada Dunia.

Selamat hari anak Nasional anak2 ….
Jadilah Kuat!!!

Miss Era menjelaskan cerita Nabi Nuh

Miss Era menjelaskan cerita Nabi Nuh

mendengarkan sungguh2

mendengarkan sungguh2

ins-collection1165

Hasil Karya Ribka

Hasil Karya Ribka

Jul
15

Qakui Dunia memang tak lantas sempurna saat bersamamu
Tidak juga kau jejali telingaQ dengan Rayu dan sanjungan
Tapi kasihmu memeluk hatiQ

HidupQ juga tak langsung jadi mudah karena ada kamu
Tidak seperti di dongeng2 yang bercerita tentang putri dan pangeran impian
Tapi kau membuatQ nyaman melepaskan tangis saat sedih
Kemudian memberiQ kesempatan menjabarkan kesal
Dan berbagi tawa saat bahagia..

Semuanya terasa nyata..
Karena semuanya memang nyata

Cintamu adalah cahaya di hatiQ
adalah nyanyian indah di telingaQ

Musim semi sudah datang
HatiQ berbunga…………….
Buahnya sedang didoakan
Semoga Tuhan memberi kita yang paling baik
:)

Cinta membuatmu lebih jelas melihat dirimu sendiri dengan jelas dan percaya bagaimanapun keadaanmu, kamu ‘indah’ dan jelas melihat dan menerima oranglain dengan segala kelebihan dan kekurangannya tapi tetap memilih bersamanya.

Category: A K U  Leave a Comment
Apr
11

Tolong Jangan hentikan langkahQ
Meski jalan sudah tersesat
Beri saja aQ jalan untuk kembali
Mengulang meski dari semula….

Jangan pula hentikan waktuQ
Meski lambat Qmerangkak menggapai mimpi
Beri waktu sampai Qberhasil
Sampai habis daya akan Qkejar…

Jangan Hentikan nafas ini
Meski Qtahu bukan milikQ
Beri kesempatan untukQ sebentar
Merasakan Gemetar karena Menang

Bersabarlah padaQ lebih lama lagi
Kelak tidak akan menyesal

Category: A K U  Leave a Comment
Apr
05

Suasana ruangan Lt.3 di kantor kami hari ini..
Penghuni : Biru, Susan, Renata (Atasannya Biru), Ervi, dan Pak Yusuf

Sekitar Pukul 08.00 WIB
Seluruh Penghuni : Sibuk nyiap2in meja, nyalain komputer, ngebahas hujan dan banjir di medan beberapa hari ini sampai petir yang membuat kami sulit tidur semalam (Syukurlah… ternyata bukan hanya saya yang penakut :P )

Sudah Pukul 09.00 WIB:

Susan, Ervi : Sibuk ngecek data2, heboh telpon sana sini
Kak Renata: Ngurus Jamsostek
Pak Yusuf: Ngutak atik rumus ngitung premi dan kas di Laptopnya
Biru : Verifikasi rencana pembayaran Hutang Dagang sambil Bosen…

Pukul 10.00
Semua Penghuni sibuk kerja kecuali Biru sibuk ngisengin Pak Yusuf

Pukul 10.30

Semua Penghuni super duper sibuknya tentu saja kecuali Biru, Biru ngelirik ke kiri ke kanan ga ada yang bisa diisengin. Kembali menekuri file2 dan Faktur Pajak yang masih lama lagi akan dilapor,….. HOoaAMMM! *ngantuk

Pukul 10.40
Biru Makin Bosan dan ngantuk…Sementara yang lain makin tenggelam dalam kesibukan mereka.
Biru ngambil kertas buram dan pensil mulai menggambar sambil memeriksa laporan.

Pukul 10.55

Gambar Biru sudah jadi

ins-collection0863

ins-collection0864

ins-collection0866

Badut jelek tapi mampu memberi semangat untuk hari ini…..
‘Tiba2 teringat seseorang yang bilang seperti menghadapi anak kelas 5 SD saat menghadapi saya yang semalam mati2an saya bantah dan sekarang demi ngeliat karya hancur2an ini saya menyetujuinya… hehhee’
Setelah dipelototin Kak Rena sebentar, yang diapun akhirnya tertawa melihat hasil kerjaan saya.. Saya pun kembali bekerja dengan semangat. :)

Pukul 11.00.. WIB

Lt.3 Hening, semua penghuni sedang sibuk bekerja…
Tiba2 dari arah meja Pak Yusuf………’HooooaaaAAAAMmmmm!!!’
Biru : ‘Kenapa Pak? Ngantuk?? Mau saya ajarin gambar badut ga?? Ntar pasti ga ngantuk lagi!!’
detik berikutnya…
Hahahhahhahahahaah…………….
Susan, Ervi, Renata, Biru dan Pak Yusuf ….Semuanya tertawa…..

*setiap orang, betapapun dewasanya pasti memiliki sedikit sisi kekanak2an, jiwa anak2 ini mampu mengajakmu lebih bisa menikmati kehidupan dalam kebahagiaan saat kedewasaan membentukmu jadi makhluk yang kaku. :)

Category: A K U  4 Comments
Mar
20

Kemarin sore saat bersama anak -anak

Lamhot : Miss aku mau jadi Hakim
Markus : Aku juga.. dah lama pengen banget jadi Hakim
Lamhot : Engga jadilah aku mo jadi TNI aja miss
Markus : iya aku juga.. TNI
Saya : Emangnya kalian tau TNI itu apa?
Lamhot dan Markus : Tentara Negara Indonesia
Kolijah : Tentara Nasional Indonesia Bodoh!!
Saya : Jadi gimana tentang Hakim, ga jadi Hakimnya?
Lamhot : aku sebenarnya mo jadi TNI miss, dulu pas Bapakku masih punya uang aku pernah dibaya ke tempat penjual baju tentara.
Saya : Kalo Hakim kerjanya apa??
Markus, Kolijah, Lamhot : Ngetok2 meja itu kan miss….

………………………………………………………………………………………………………….

Lamhot, Markus dan Kolijah adalah tiga orang anak - anakku dari sejumlah anak - anak yang sekarang resmi menjadi anak - anakku saat ini. Mereka adalah anak - anak yang tidak memilih dilahirkan di keluarga yang ‘kurang mampu’ yang mengambil tempat hidup di sekitar rel kereta api dekat Thamrin Plasa Medan. Sempat heran pertama kali menginjakkan kaki saat pertama kali ke sana… ternyata ada tempat hidup begini tepat di pusat kota Medan dekat gedung2 megah dan jalan2 yang bagus itu.

Kemarin adalah kali kedua aku bergabung dengan teman - teman yang sudah memulai pelayanan ini sebelumnya. Dimulai dari seorang kakak yang punya visi untuk membantu anak - anak itu kemudian membuka sebuah TK di kawasan kumuh itu dan kami ikut memberi kelas informal di setiap sabtunya yang biasa kita isi dengan bernyanyi - nyanyi dan melatih kreativitas anak - anak serta memberi motivasi ke mereka.

Mereka adalah anak - anak yang terbiasa berlari2 di rel kereta api saat bermain dan tidak beringsut takut seperti aku saat melihat kereta api lewat dengan gagahnya menerjang siapa saja yang mengahalangi jalannya. Mereka adalah anak - anak yang dengan gagahnya dan tenang memberi jalan ke si kereta besi bahkan anak - anak yang cuma berumur 2 tahun pun sudah tau kalo dia harus menyingkir. Sebagian dari mereka bersekolah di sekolah negeri, sebagian lagi adalah anak - anak yang membantu mencari uang dengan cara mengorbankan hak belajar dan bermainnya.

Mereka adalah anak - anak yang sejak lahir sudah didoktrin untuk hidup dengan cara yang keras. bercanda dengan tendang - tendangan, pukul - pukulan, jambak - jambakan sambil tertawa - tawa. Beberapa sudah memiliki pakaian yang lumayan layak, beberapa lagi menggunakan pakaian yang kainnya entah sejak kapan sudah digunakan dan compang camping. Orangtua mereka ada yang menjadi buruh kasar dan ada juga yang menjadi penjudi di warung2 kopi sekitar rel itu.

Mereka adalah anak - anak yang luarbiasa hebat, pemilik bahu - bahu yang kuat yang sangat tepat untuk jadi tumpuah harap dan masa depan Bangsa ini beberapa puluh tahun ke depan. Mereka mengambil hatiku saat pertama kali tersenyum dan menjabat tanganku dan menyebutku ‘Miss’. Mereka masuk ke impian masa depanku saat mereka memelukku yang kali pertama membuatku merasa tidak enak karena kotor dan bau mereka.

Kemudian sebuah tanya muncul di benakku
‘Apakah aku sedang membantu mereka?’
Dan saat mereka menari bersamaku dengan wajah cerianya aku tahu jawabnya
‘Aku yang sedang dibantu, mereka ada untuk memberiku kesempatan menggoreskan sebuah cerita yang berarti dalam hidupku, Tuhan yang menjadikan mereka pasti punya cara sendiri untuk membangkitkan orang lain untuk berbagi dengan mereka kalo aku tidak mau. Tapi aku mau menjadi jawaban bagi mereka supaya mereka juga jadi jawaban bagiku.
Bahwa hidup harus berguna…..

Tuhan boleh minta anak lebih banyak lagi??

Kolijah, Maslina dan Miss wasti

Kolijah, Maslina dan Miss wasti

Miss Era dan Sir Alex beserta putri2 kami yang cantik

Miss Era dan Sir Alex beserta putri2 kami yang cantik

Category: A K U  7 Comments
Mar
18

saat diri bersikap tak sopan,
tak pernahlah Kau berubah serupa
Kau tetap menjadi Kau adanya,
Kau tetap mengepal2kan kasih….
dan menyuapkannya di hidupQ

Bila waktunya,
Kau tunjukkan padaQ susah!
supaya dewasalah diri ini,
supaya semakin kuat aQ!
kenapa Kau renggut sesuatu yang Q anggap seru?
kenapa Kau biarkan aQ merasa kehilangan

kemudian aQ mulai bertelut,
berdoa yang sangat panjang… sepanjang resah yang tercipta!
aQ ingin Kau merubah keputusan karena rengekan,
mengembalikan yang hilang karena tangisan!

tapi kenapa masih tetap sama?
tak adakah artinya sikap yang berubah?
tak bernilaikah hati yang mulai tunduk
sampai aQ lelah menanti!
sampai aQ bosan meminta!

tapi Kau adalah Kau!
mengapa aQ sampai lupa?
Bahwa Kau akan memberi jika memang ingin memberi,
mengambil jika ingin mengambil!
semuanya bergantung pada diriMu sendiri

dan sekarang aQ malu…
saat Kau datang dalam kemegahan
menunjukkan sebuah jawaban doa yang sudah sangat lama terlupa
aQ yakin Kau tak pernah lupa!
Kau hanya membuatnya tepat pada waktuMu

kemudian aQ tersenyum puas,
Keyakinan ternyata tidak salah..
mengapa bisa berhenti yakin?

Tuhan!
aQ memutuskan takkan berhenti berdoa,
akan bertahan keyakinan itu di sana,
sekalipun tidak ada tanda!
sekalipun merugi di dunia,
Q tahu yang ku percaya

Tak punya sesuatu untuk ditulis akhir2 ini
Sepertinya inspirasi menguap sampai kering saat ini

cuma dorongan ingin membagikan sesuatu di sini sekarang ini.. di sini!
Jadilah aQ membongkar2 kembali tulisan2 lama di file2 lama

Doa tidak merubah Tuhan,
Kitalah yang berubah menjadi sesuai kehendakNya kemudian orang2 di sekitar kita, lingkungan kita dan kondisi kita.
Tidak berhenti berdoa dan menujuNya selalu :)

Category: A K U  One Comment
Feb
13

*Gembala baik bersuling nan merdu
Membimbing aku kepada air tenang
Dan membaringkan aku berteduh
Di padang rumput hijau berkenan

O Gembalaku itu Tuhanku
Membuat aku tentram hening
Mengalir dalam sungai kasihku
Kuasa damai cerlang bening

*Kepada domba haus dan lesu
Gembala baij membrikan air segar
Kepada hati haus dan sendu
DibriNya air hidup yang benar

O Gembalaku itu Tuhanku
Membuat aku tentram hening
Mengalir dalam sungai kasihku
Kuasa damai cerlang bening

*Di jalan maut kelam sekalipun
Ku tidak takut pada seteru
sebab Gembala adalah Teman
Dan juruslamat bagi diriku

O Gembalaku itu Tuhanku
Membuat aku tentram hening
Mengalir dalam sungai kasihku
Kuasa damai cerlang bening

Alunan musik organ dan saxophone di gereja pada kebaktian malam tadi, mengiringi kami bernyanyi lagu indah yang liriknya Qtulis di sini.

Dia selalu memuaskan rasa hausQ, Dia membaca keheninganQ dan memeluk hatiQ sampai tenang.
Tuhan aku Mengasihi Mu..